Tuesday, July 12, 2011

Bicara Sang Mulut


kata-kata itu kadang-kadang lebih tajam dari belati
walau tak mampu membunuh secara hakiki
namun ia bisa menyabit tangkai hati
menyentap seluruh kondisi diri

sang pengata bisa berbicara sebebasnya
walau sang pendengar tercalar menerimanya
berkata ikut perasaan dan sesukanya
asalkan dihati terasa puasnya

yang mengata tak semestinya mampu merasa
yang mendengar belum tentu menerima
yang menerima belum tentu memahaminya
dan yang memahaminya belum tentu gagah menghadapinya

kebijaksanaan seseorang bukan terletak pada kepetahan bicaranya
akan tetapi terlatak kepada kepintarannya menyusun kata
bukan  kepetahan jadi ukuran
malah kebernasan kata menjadi tauladan

bicara sang mulut sering tersalah
bicara sang mulut tiada henti
walau ditahan berkali-kali
namun kelukaan sang hati terus menjadi tradisi

No comments:

Post a Comment